
Manufaktur & FMCG
PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI)
Lowongan ini sudah ditutupDeadline 22 Apr 2026
Tayang 5 Apr 2026 · Dilihat 1.606 kali
Production Engineering Apprenticeship
- Penempatan
- Kabupaten Bekasi, Kota BekasiBekasi (Cikarang)
- Pendidikan
- D3
- Pengalaman
- Fresh graduate boleh melamar
- Kontrak
- Magang / Internship
- Bidang pekerjaan
- Produksi & Operasional
Kualifikasi
- Min. Associate Degree (D3) in Mechanical, Industrial Engineering or any related field with a minimum GPA of 3.00.
- Fresh graduate with no formal work experience. (Internship not counted)
- Good communication skill & fluent in English.
- Willing to be placed in Cikarang, Kab. Bekasi.
Job description
- Support preparation and monitoring of purchase plans for tools and production equipment.
- Maintain and update tool & asset control lists.
- Assist with document handling and perform basic data entry in spreadsheets or internal systems.
- Ensure compliance with production and safety regulations.
- Recruitment Process: Application Review > Psychotest > Interview > Offering & MCU > Acceptance
Tentang PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI)
PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) adalah anak perusahaan Hyundai Motor Company yang berfokus pada produksi kendaraan di Indonesia. Pabrik HMMI berlokasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan mulai beroperasi pada tahun 2022. Pendirian HMMI dimulai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dan Hyundai Motor Company pada Agustus 2019. HMMI memproduksi berbagai model kendaraan, termasuk Hyundai Creta, Ioniq 5, Santa Fe, dan Stargazer. Perusahaan ini juga memiliki komitmen untuk menjadi perusahaan yang ramah lingkungan dan berkontribusi pada pertumbuhan industri otomotif di Indonesia. Selain itu, Hyundai bersama LG Energy Solution telah membuka pabrik sel baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia, yang berlokasi di Karawang. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 10 gigawatt jam dan merupakan bagian dari investasi senilai $9,8 miliar untuk mengembangkan rantai pasok kendaraan listrik di Indonesia.