
Manufaktur (Otomotif)
PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI)
Deadline 4 Nov 2026· 1 hari lagi
Tayang 3 Nov 2026 · Dilihat 2 kali
1.HR - Data Analyst Apprenticeship
- Penempatan
- Kabupaten BekasiCikarang
- Pendidikan
- D4, S1
- Pengalaman
- Fresh graduate boleh melamar
- Kontrak
- Magang / Internship
- Bidang pekerjaan
- Human Resources
Kualifikasi
- Min. Bachelor Degree (S1/D4) with a min. GPA of 3.00.
- Fresh graduate with no formal work experience (internship not counted).
- Familiar with MS Office, especially Excel.
- Communicates easily & fluent in English.
- Willing to be placed in Cikarang, Kab. Bekasi.
2.Finance - Accounting Apprenticeship
- Penempatan
- Kabupaten BekasiCikarang
- Pendidikan
- D4, S1
- Pengalaman
- Fresh graduate boleh melamar
- Kontrak
- Magang / Internship
- Bidang pekerjaan
- Akuntansi dan Keuangan
Kualifikasi
- Min. Bachelor Degree (S1/D4) with a min. GPA of 3.00.
- Fresh graduate with no formal work experience (internship not counted).
- Familiar with MS Office, especially Excel.
- Communicates easily & fluent in English.
- Willing to be placed in Cikarang, Kab. Bekasi.
Tentang PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI)
PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) adalah anak perusahaan Hyundai Motor Company yang berfokus pada produksi kendaraan di Indonesia. Pabrik HMMI berlokasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan mulai beroperasi pada tahun 2022. Pendirian HMMI dimulai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dan Hyundai Motor Company pada Agustus 2019. HMMI memproduksi berbagai model kendaraan, termasuk Hyundai Creta, Ioniq 5, Santa Fe, dan Stargazer. Perusahaan ini juga memiliki komitmen untuk menjadi perusahaan yang ramah lingkungan dan berkontribusi pada pertumbuhan industri otomotif di Indonesia. Selain itu, Hyundai bersama LG Energy Solution telah membuka pabrik sel baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia, yang berlokasi di Karawang. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 10 gigawatt jam dan merupakan bagian dari investasi senilai $9,8 miliar untuk mengembangkan rantai pasok kendaraan listrik di Indonesia.