
Manufaktur & FMCG
PT Surya Pertiwi Nusantara (SPN)
Lowongan ini sudah ditutup
Tayang 13 Jan 2026 · Dilihat 857 kali
1.Forming Staff
- Penempatan
- Kabupaten GresikGresik (Driyorejo)
- Pendidikan
- S1
- Pengalaman
- Minimal 1 tahun
Kualifikasi
- S1 Teknik Mesin/Teknik Industri
- Pengalaman di industri keramik/sanitair lebih disukai
- Memiliki pemahaman terkait pengoperasian dan perawatan mesin produksi
- Mampu mengoperasikan Ms. Office
- Mampu bekerja sama dengan tim maupun individu
- Disiplin, jujur, dan bertanggung jawab
- Mampu berkomunikasi dengan baik
- Penempatan Driyorejo, Gresik
2.Shuttle Kiln Staff
- Penempatan
- Kabupaten GresikGresik (Driyorejo)
- Pendidikan
- S1
- Pengalaman
- Minimal 1 tahun
Kualifikasi
- S1 Teknik Mesin/Teknik Industri
- Pengalaman di industri keramik/sanitair lebih disukai
- Memiliki pemahaman terkait pengoperasian dan perawatan mesin produksi
- Mampu mengoperasikan Ms. Office
- Mampu bekerja sama dengan tim maupun individu
- Disiplin, jujur, dan bertanggung jawab
- Mampu berkomunikasi dengan baik
- Penempatan Driyorejo, Gresik
Tentang PT Surya Pertiwi Nusantara (SPN)
PT Surya Pertiwi Nusantara (SPN) adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi barang saniter, termasuk kloset, wastafel, dan perlengkapan kamar mandi lainnya. Perusahaan ini merupakan hasil kerja sama antara PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO)—distributor tunggal produk TOTO di Indonesia—dan TOTO Jepang, produsen perlengkapan kamar mandi terkemuka asal Jepang. SPN beroperasi sebagai bagian dari strategi integrasi vertikal untuk memperkuat rantai pasok dan efisiensi produksi dalam grup TOTO di Indonesia. Pabrik SPN berlokasi di Jalan Raya Desa Krikilan, Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dengan luas lahan sekitar 37,2 hektar. Fasilitas ini mulai beroperasi pada tahun 2018 dengan kapasitas produksi awal sekitar 807.180 unit per tahun. Seiring dengan meningkatnya permintaan pasar, kapasitas produksi ditingkatkan menjadi 1,5 juta unit per tahun pada tahun 2020. SPN telah memperoleh Izin Usaha Industri dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada April 2018.